Pemerintah Lirik Bisnis Kost-kostan untuk Dikenai Pajak

Pelatihan Bisnis Rumah Kost (Kos-Kosan)

Kos-kosanPemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak masih berupaya untuk melirik dan menyisir sektor-sektor potensial untuk ditariki pajak demi mencapai target penerimaan negara dari sisi pajak yang dipatok sekitar Rp1.250 triliun.Plt Dirjen Pajak yang juga merupakan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan pihaknya akan mengenakan pajak pada bisnis rumah kost yang dinilai pertumbuhannya sangat signifikan dan sedang pesat.”Rumah kost sekarang ini sudah banyak, tapi tidak pernah dilaporkan oleh para penghuninya, padahal niat pemiliknya itu sudah dikatakan bisnis,” kata Mardiasmo di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2015).

Menurutnya, bisnis rumah kost dengan jumlah kamar di atas 20 pintu dengan fasilitas AC, kamar mandi di dalamnya dan terdapat garasi seharusnya masuk dalam Pajak Penghasilan (PPh) pribadi.

“Seharusnya itu termasuk rumah yang sangat mewah dan harus melaporkan (pajak) secara pribadi,” tuturnya.

Ke depannya, Ditjen Pajak akan melakukan operasi pasar terhadap keberadaan bisnis rumah kost, terutama yang berada di sekitar kampus dimana biasaya terdapat banyak kost-kostan.

“Kita akan lakukan operasi pasar, seperti kalau di Yogyakarta akan dilakukan di dekat universitas, karena pasti banyak kost-kostan,” tukasnya.
WID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


four + 2 =