Ragam Protokol Kesehatan di Hotel pada Masa Pandemi, Ada Karpet Berteknologi

Ragam Protokol Kesehatan di Hotel pada Masa Pandemi, Ada Karpet Berteknologi

Karpet Berteknologi

Pelatihan Perhotelan – Adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi turut diterapkan dalam industri perhotelan. Dalam operasional, hotel-hotel diwajibkan untuk memberlakukan sederet protokol kesehatan sebagai upaya mencegah transmisi virus corona Covid-19.

Langkah-langkah preventif tersebut juga dilaksankan oleh Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta. Setelah tutup selama beberapa waktu, hotel berbintang empat ini kembali membuka pintu untuk tamu pada 15 Juni 2020 lalu.

Hotel tersebut menjadi salah satu mitra Tiket.com dalam kampanye “Tiket Clean“. Inisiatif ini menggandeng sekitar empat ribuan hotel yang telah dicek sebelumnya terkait standardisasi, functionality, hingga penerapan protokol kesehatan.

“Kami punya komitmen untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan keputusan pemerintah. Misalnya harus thermo gun, dilakukan setiap kali masuk hotel,” kata Rosana Rotani, Director of Sales ic. Revenue and Ecommerce Analyst Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta, saat ditemui pada Jumat, 17 Juli 2020.

Rosana menambahkan, pihaknya juga menghadirkan tindakan pencegahan lain. Setelah dicek suhu, tamu juga akan melewati karpet yang dilengkapi teknologi di pintu masuk.

“Kita menemukan ada satu teknologi, saat masuk ada karpet dua meter lebih berwarna hitam, terlihat biasa saja tapi karpet itu menggunakan silver magnetic. Jadi kalau kita lewat, roda koper dalam tiga kali putaran, tiga langkah, kaki sudah 99 persen sudah seperti didisinfektan,” jelasnya.

“Tanpa mengurangi kenyamanan tamu, function disinfecting sudah ada di situ. Memang investment yang cukup mahal,” tambah Rosana.

Dikatakan Rosana, ketika hotel tutup, market yang ada di Jakarta kala itu perihal karantina dan tenaga medis. “Kita termasuk yang tidak menerima market itu sama sekali karena kita punya policy safety dan security karyawan diutamakan. Takutnya, kita akan menjadi agen ekspos, maka kita memutuskan tidak menerima tamu itu sama sekali,” ungkapnya.

Restoran hingga Kolam Renang

Selain itu, ada pula pembatasan kapasitas di area restoran yang biasanya dapat menampung 220 orang. Namun untuk menerapkan social distancing, hanya menerima untuk 100 orang saja.

Langkah disinfeksi juga dilakukan, sebut saja pada area kamar. Ketika ada tamu yang check out, kamar akan didisinfeksi dengan alat khusus.

“Termasuk di bed-nya, towel, linen juga didisinfeksi. Baru kita pasang ta g”this room has been disinfected”, setelah itu baru kamar digunakan untuk tamu berikutnya,” jelas Rosana.

Untuk segi layanan makanan di restoran sendiri, hotel ini telah menggunakan seperti sneeze guard. Para petugas di restoran juga mengenakan sarung tangan, masker, hingga face shield. Alur antrean restoran juga menerapkan social distancing.

Sementara untuk saat ini, dikatakan Rosana, kolam renang ditutup sementara, meski oleh pemerintah aktivitas berenang telah dapat dilakukan.

“Saat ada peraturan boleh buka, asal klorin jadi 10, pH 7–10. Sekarang sudah kualitas itu, tapi karena declare belum selesai, diharapkan hari ini (17 Juli 2020) selesai. Setelah declare, kita targetnya sudah bisa renang, tapi maksimal 2- orang saja sehingga tetap ada social distancing walaupun di pool area,” tambahnya.

Penerapan social distancing juga dilakukan pada eskalator. Tamu diminta untuk menapak hanya di zona kuning, bukan di zona merah. Sedangkan, kapasitas lift hanya dibatas untuk empat orang. Tak ketinggalan, disediakan pula hand sanitizer tanpa kontak langsung di seluruh area hotel.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


eight + = 16